sms/what's app 0812.8312.9811
Senin - Jumat : 10.00 - 19.00 / sabtu-minggu : 10.00 - 15.00

Kanker Prostat  adalah  mimpi  buruk  bagi kaum  pria  sama  hal  nya  dengan  Kanker  serviks,  kanker  payudara adalah  mimpi  buruk  bagi  kaum  wanita.  Ahir-ahir  ini  penyakit  yang  disebabkan  oleh  keganasan  sel  kanker  prostat  kian  merebak  di  kalangan   kaum pria. Di Amerika  kanker  prostat  menyabet  gelar  keganasan  nomor  satu  menyerang  kaum  pria. Sementara di Asia prevalensinya masih tergolong rendah. Meski demikian di Tanah Air, data dari 13 Fakultas Kedokteran negeri menunjukkan “kanker prostat” termasuk dalam 10 kanker  tersering pada pria. Di Subbagian Urologi, bagian bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dalam 10 tahun (1997-2007) kasus kanker prostat meningkat mencapai 400%.
Prof. Dr. Sunaryo Hardjowijoto, dr., SpB., SpU-K dari FK-Unair pada acara simposium kanker prostat yang bertema current update of management prostate cancer di Hotel Gran Melia, 16 Maret 2008 mengatakan,  untuk menegakkan diagnosa kanker prostat biasanya dimulai dengan diagnosa. Tapi susahnya, untuk kanker prostat stadium awal biasanya tanpa gejala. Kenapa demikian? Kaerena biasanya terjadi retensi dari kelenjar prostat yang tak menimbulkan keluhan atau gejala. Gejala baru muncul setelah mencapai stadium lanjut, semisal  lower urinary tract symptoms (LUTs), gejala metastasis, serta gejala perburukan kondisi umum, seperti  kehilangan berat badan, lemah, anemia, dan edema ekstremitas bawah.
“Hal inilah yang membuat kasus kasus kanker prostat kerap dijumpai pada stadium lanjut. Di negara maju saja, seperti Amerika dan Eropa, masih ada sekitar 20% kasus yang dijumpai pada stadium lanjut. Sementara di Indonesi,  sekitar 70% kasus datang pada stadium lanjut,” ujar Sunaryo lagi.
Lebih lanjut Sunaryo mengatakan, setelah anamnesa bisa dilakukan berbagai pemeriksaan mencakup colok dubur ( Digital Rectal Examination atau DRE), Prostatic Spesific Antigen (PSA), Magnetic Resonance Imaging (MRI), dan Computed Tomography (CT) Scan. Pada colok dubur biasanya dilihat bagaimana tekstur, ukuran, dan bentuk prostat. Kecurigaan bisa mengarah pada kanker prostat  bila ditemukan jaringan kasar, irregular, dan keras. Tapi colok dubur tidak bisa digunakan untuk deteksi kanker prostat, sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut. Jadi colok dubur berperan sebagai pemeriksaan awal, dan pemeriksaan ini direkomendasikan tiap tahun untuk  pria 50 tahun keatas.
Untuk melakukan colok dubur perlu kesediaan dan pengalaman dokter. Masalahnya, saat ini banyak dokter yang enggan melakukan pemeriksaan ini sebagai langkah awal, karena bisa diganti dengan pemeriksaan PSA. PSA merupakan suatu rantai tunggal glikoprotein yang terdiri dari 237 asam amino dan empat rantai samping karbohidrat. PSA dihasilkan oleh sel epitel dan dikeluarkan kedalam  lumen kelenjar prostat. Waktu paruhnya sekitar 2,2-3,2 hari. Antigen ini bersifat spesifik untuk prostat namun tidak untuk penyakit. Elevasi false terjadi setelah instumentasi uretra, biopsi prostat, retrensi urin, dan prostatitis. Benign prostatic hyperplasia (BPH) meningkatkan rata-rata PSA 0,75 ng/ml per tahun.
Terapi Hormonal
Menurut Prof. DR. Dr. Suwandi Sugandi, SpBU dari FK/Unpad, pemberian terapi hormonal pada kanker prostate bisa dilakukan dengan menggunakan obat atau dengan pembedahan. Adapun tujuan terapi ini adalah untuk menghambat sel kanker agar tidak memperoleh dihydrotestosteron (DHT), suatu hormon yang diproduksi prostat dan dibutuhkan untuk pertumbuhan dan penyebaran sebagian besar sel kanker. Penghambatan DHT sering menyebabkan kanker prostat berhenti tumbuh dan bahkan menyusut.
Adapun sasaran dari terapi hormonal kanker prostat adalah jalur atau pathway tubuh produksi DHT dalam tubuh. Feedback loop yang melibatkan testikel, hipotalamus, pituitari, adrenal, dan kelenjar prostat mengontrol kadar DHT darah. Pertama-tama, kadar DHT yang rendah akan menstimulasi hipotalamus untuk memproduksi gonadotropin releasing hormone (GnRH). Selanjutnya GnRH menstimulasi kelenjer pituitari untuk memproduksi luteinizing hormone (LH) dan LH akan menstimulasi testikel untuk menghasilkan testosterone. Akhirnya, testosterone dari testikel dan dehydroepiandrosteronen dari kelenjer adrenal menstimulasi agar memproduksi DHT lebih banyak. Nah, terapi hormonal biasanya menurunkan level DHT dengan mengiterupsi beberapa titik dari dalam siklus tersebut.
Bentuk Terapi Hormonal
Ada beberapa bentuk dari terapi hormonal yakni; orchiectomy,  antiandrogen, obat penghambat produksi androgen adrenal, dan penghambat kerja GnRH. Orchiectomy merupakan pembedahan untuk mengangkat testikel. Karena testikel lah yang membuat sebagian besar testosterone tubuh (90%), maka setelah prosedur ini biasanya testosterone menurun drastis. Akibatnya, prostat tak hanya kekurangan testosterone untuk menstimulasi produksi DHT, tapi juga tidak mempunyai testosterone untuk berubah menjadi DHT. Sementara antiandrogen menghambat secara langsung kerja testosteron dan DHT dalam sel kanker prostat. Adapun contoh obat ini adalah  flutamide, bicalutamide, nilutamide, dan cyproterone acetate.
Obat yang menghambat produksi androgen adrenal seperti DHEA mencakup ketokonazol dan aminogluthethimide. Karena kelenjer adrenal hanya sekitar 5% dari androgen tubuh, maka obat ini biasanya digunakan hanya dalam bentuk kombinasi dengan metode lain untuk menghambat 95% androgen. Kombinasi metode ini biasanya disebut androgen total blockade (TAB). TAB juga dicapai menggunakan antiandrogen.
Kerja GnRH bisa diinterupsi oleh dua senyawa yakni agonis dan antagonis GnRH. Antagonis GnRH menekan produksi LH secara langsung, sedangkan agonis GnRH menekan LH melalui proses downregulasi setelah efek stimulasi awal.  Abarelix adalah contoh dari antagonis GnRH, sementara GnRH agonis mencakup leuprolide, goserelin, triptorelin, dan buserelin. Awalnya, GnRH agonis meningkatkan produksi LH. Tapi karena suplai yang konstan dari obat ini tidak sesuai dengan ritme produksi natural oleh tubuh, maka dalam beberapa minggu produksi LH dan GnRH menurun.
Agonis GnRH
Dr. Rainy Umbas, PhD, SpBU  mengatakan, pemberian terapi hormonal dengan agonis GnRH dan orchyodectomy memberikan hasil lebih baik ketimbang cara lain.  Dan, penggunaan GnRH analog menunjukkan efek yang sama dengan bilateral orchydectomy dalam hal penurunan PSA dan testosteron. Oleh karena itu, tak ayal bila GnRH analog diindikasikan untuk terapi kanker prostate untuk semua stadium dengan tujuan bebeda. GnRH analog digunakan sebagai sebagai monoterapi,neoadjuvan, dan adjuvan.
Pada kanker prostat yang terlokalisasi
1. Sebagai monoterapi diberikan pada :
Untuk pengobatan utama bagi pasien yang berisiko tinggi dan memiliki perkiraan hidup kurang dari lima tahun, serta pasien yang sangat berisiko tinggi dan perkiraan hidup kurang dari 10 tahun.
Pasien menolak pengobatan kuratif atau tidak cocok untuk terapi kuratif karena faktor komorbiditas.
Untuk mencegah kekambuhan biologi setelah terapi radikal dengan PSA pendek dua kali lipat waktu.
Pengobatan dini lebih baik daripada menunda pada pasien yang memiliki gejala & PSA >  25ng/ml
2. Neoadjuvan sebelum radioterapi radikal diberikan pada:
Tumor stadium T2c-T3, No-x, Mo, GS 2-6
Tumor risiko tinggi (T2c atau GS >7 atau PSA > 20 ng/ml0
Tumor T3-4 No Mo
1-3 bulan maksimum blokade androgen
Menurunkan ukuran dan risiko jauhnya metastasis
Memperpanjang penyakit bebas dari obat biokimiawi dan meningkatkan survival menyeluruh.
3. Adjuvan setelah;
Radioterapi radikal pada tumor risiko tinggi atau tumor lokal stadium lanjut (T3-4) selam 2-3 tahun
Prostatedectomy radila dengan nodal metastases atau seminal vesicle involvement
Lebih Lanjut Rainy Umbas mengatakan, salah satu analog GnRH yang sering digunakan adalah leuprolide. Selama ini rejimen yang biasa diberikan adalah injeksi leuprolide 3,75 mg sekali sebulan. Namun belakangan ini, ada rejimen baru yang memberikan kenyaman lebih pada pasien, yakni injeksi leuprolide 11,25 mg sekali tiga bulan. Uji klinis menunjukkan bahwa respon dan tolerabilitas terhadap dua rejimen tersebut sama.  (Arnita)
Laminine  adalah  solusi  terbaik  untuk  mengatasi  kanker  prostat   tanpa  efek  samping  meskipun  di konsumsi  secara  terus  menerus , tidak  akan  mengakibatkan over dosis   maupun  ketagihan  karena  Laminine  obat  alami  yang  di dapatkan  dari   hasil  ekstrak  telur  unggas  di  kombinasikan  dengan 22  asam  amino,  vitamin alami,  trace  mineral .
Pada tahun 1929, Dr. John R. Davidson, seorang dokter berkebangsaan Kanada, menemukan ekstrak yang diambil dari Telur Unggas yang subur pada tahap yang kritis pada masa inkubasi. Dr. Davidson menggunakan ekstrak tersebut untuk menyembuhkan pasien kanker secara total, dan terbukti pada masa tersebut banyak orang merasakan manfaatnya.
LifePharm Inc kemudian melanjutkan riset Dr. John Davidson dan mempatenkan komposisi produk serta mempatenkan hak marketing pada ‘satu-satunya’ produk yang luar biasa yaitu LAMININE
Penemuan LAMININE
Para Ilmuwan menemukan sebuah penemuan ilmiah yang sangat menarik. Kini mereka menemukan bahwa tepat pada hari KESEMBILAN masa inkubasi, Telur Unggas yang subur mengandung seluruh elemen / komposisi Yang membentuk UNGGAS di dalam telur tersebut HIDUP
Ekstrak telur tersebut kemudian dicampur dengan ekstrak protein nabati dan ekstrak minyak ikan yang direkomendasikan oleh para dokter, sehingga dapat memenuhi seluruh kebutuhan Asam Amino Yang sangat penting pada KEHIDUPAN MANUSIA
Arti Nama  LAMININE
Hari ini, kita menamakan produk ini dengan nama “Laminine”. Rahasia dalam kehidupan dan peremajaan. Nama Laminine kita ambil dari kata  “LAMININ” yang berarti ‘unsur / zat’ yang ditemukan dalam seluruh bagian sel yang saling berkaitan dalam membentuk kehidupan manusia, dan  Nine kita ambil dari angka ‘9’. Arti dari kata Laminine berarti unsur / zat yang sangat bermanfaat untuk memberi nutrisi dan kehidupan bagi seluruh bagian sel pada tubuh manusia yang diambil dari ekstrak telur unggas dengan masa inkubasi 9 hari lamanya.
Secara singkat kita menyebutnya ‘Laminine’ dikarenakan struktur molekul didalamnya sangat bermanfaat untuk kesehatan, dan karena ‘keunikannya’ dalam ekstrasi ‘pembentuk kehidupan’ dari telur unggas yang berusia tepat 9 hari pada masa inkubasi. Manfaat yang kita rasakan dalam mengkonsumsi laminine amat sangat besar.  Laminine bekerja layaknya ‘sebuah lem yang dapat mempererat hubungan antar sel, dan juga sebagai dokter bagi sel Anda yang dapat memulihkan bahkan menghidupkan sel-sel mati dalam tubuh’. Laminine bermanfaat untuk seluruh aspek kesehatan Anda baik secara mental, fisik, maupun emosional.
Apa itu Protein?
Protein sangat berperan dalam :
Pembentukan otot, pembuluh darah, organ, kelenjar, rambut dan kuku.
Membantu pertumbuhan, metabolisme dan memperbaiki SELURUH SEL yang terdapat pada seluruh tubuh. Protein juga mempengaruhi struktur dan berat badan tubuh
Mengapa kita membutuhkan Asam Amino?
Tubuh membutuhkan asam amino untuk memaksimalkan fungsi
Dalam tubuh:
- Pembentukan otot
- Memperbaiki organ – Jantung, Hati, Pankreas
- Menyehatkan rambut, kulit, & kuku
- Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
- Mengatur Hormon – Insulin, Cortisol, Adrenaline, HGH, Testosteron, Estrogen, dan Progresterone.
- Mengatur kadar gula darah, Enzim dan kadar kolesterol
-  Mengatur berat badan tubuh (Weight Loss Weight Gain)
-  Meningkatkan kerja otak, daya ingat dan konsentrasi
-  Mengatur saraf otak (Neurotransmitters) – Peptides Serotonin, Endorphins, Dopamine,  GABA & Melatonin
Kami sebagai  agen  resmi  Laminine di Indonesia  siap   menerima  order  dan dapat  mengirimkan  ke seluruh   Indonesia  dan  Luar  negri.  

Incoming search terms:

  • pengobatan kanker prostat stadium 4
  • laminine and weight loss
  • apakah name tag magnet dapat memicu kanker payudara
  • orchiectomy pada kanker prostat
  • orchiectomy artinya
  • obat penurunan psa
  • obat menurunkan psa
  • manfaat buserelin acetate
  • laminine untuk penyakit kanker
  • laminine sebagai obat kanker

SHARETHIS